Malaikat Yang Masuk Sebelum Mungkar Dan Nakir

Sebelum Mungkar dan Nakir masuk,satu malaikat yang bernama Rumman akan masuk terlebih dahulu.

Mukanya bersinar seperti matahari.Ia masuk menemui mayat lalu duduk dan berkata kepada mayat.”Tulislah apa yang telah kamu perbuat dari kebaikan dan keburukan.”

Mayat menjawab:”Dengan apa aku mahu menulis mana tintaku dan penaku?”

Sahut malaikat:”Ludahmu sebagai tintamu dan penamu adalah jarimu.”

Mayat berkata:”Di atas apa aku menulis padahal aku tidak punya buku?”

Lantas malaikat tersebut memotong tali kafan mayat,dan secebis kafan diberikan kepada mayat sambil berkata:”Inilah bukumu! Maka tulislah!”

Mayat pun menulis apa yang telah dilakukan di dunia dengan satu kebaikan.Jika sampai kepada kejahatan,ia merasa malu untuk menulisnya.Malaikat pun menegur:”Wahai orang yang melakukan kesalahan,kenapa kamu tidak malu terhadap Zat yang menciptakan kamu (Tuhanmu) sewaktu kamu melakukan perbuatan itu di dunia dahulu.Sekarang mengapa pula  kamu merasa malu terhadap aku?”

Lantas malaikat mengangkat tongkat dan memukulnya.Seorang hamba yang lain datang dan berkata: “Biarlah saya yang menuliskan.”iapun menulislah seluruh kebaikan dan keburukan si fulan tadi.Setelah itu malaikat pun memerintahkan agar cebisan itu dilipat dan dicapkan.

Mayat berkata:” Dengan apa aku hendak mengecap,padahal aku tidak punya cap.”

Jawab malaikat: ” Hendaklah kamu mengecap dengan kukumu “.Lalu ia memberikan cap dengan kukunya dan mengalungkan pada lehernya sampailah Hari Kiamat.

Allah berfirman.”Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya(sebagaimana tetapnya kalung)pada lehernya dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya dengan terbuka.”(Al-Israk:13)

Lalu masuklah Mungkar dan Nakir.Ia juga akan melihat buku mereka yang banyak melakukan kejahatan.Ketika itu mereka yang berdosa tidak dapat menyembunyikan segala kesalahan mereka.Pada Hari Kiamat sewaktu Allah memerintahkan kepadanya untuk membaca,ia cuma membaca kebaikan-kebaikanya.Jika sampai pada keburukan ia diam.

Allah berkata:”Mengapa tidak kamu baca?”

Ia menjawab:”Aku malu pada-Mu.”

Allah berkata lagi:”Mengapa kamu tidak malu di dunia dan sekarang kamu malu kepada-ku.”

Akhirnya  seorang hamba itu merasa menyesal,namum sesal kemudian tidak berguna lagi.

Allah berfirman:”Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.Kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala.”(Al-Haaqqah:30-31).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: